Toko Pasutri

2/23/2013

Pijat Refleksi Bisa Tingkatkan Kesuksesan Ibu Menyusui

0 komentar
Pijat refleksiologi diketahui bisa membuat seseorang menjadi nyaman dan bermanfaat bagi tubuh. Ternyata refleksiologi ini juga berguna bagi ibu yang sedang menyusui.

Meski data ilmiah mengenai refleksiologi masih kurang, tapi ada beberapa bukti yang menunjukkan refleksiologi seperti pijat dan relaksasi bisa membantu meningkatkan laktasi pada ibu menyusui.

Refleksiologi adalah metode penyembuhan alami yang menggunakan tekanan, sentuhan atau pijatan di titik-titik lokasi tertentu di tangan, kaki atau telinga yang bertujuan meningkatkan kesehatan.

Sebuah cabang khusus refleksi yang dikenal dengan maternity reflexology berperan dalam membantu perempuan untuk hamil dan bersalin, serta menghindari kekhawatiran atau stres setelah melahirkan.

Refleksiologis Rachel Kelly menuturkan refleksiologi membantu mengurangi racun dalam tubuh, meningkatkan keseimbangan hormon serta mendukung keberhasilan menyusui, seperti dikutip dari Livestrong.

Kelly juga menuturkan hal ini bisa membantu mengurangi ketidaknyamanan selama hamil, mempersingkat waktu persalinan yang bisa menurunkan risiko terkena depresi setelah melahirkan.

Studi yang diterbitkan dalam Complementary Therapies in Nursing and Midwifery tahun 2000 menemukan refleksi bisa menjadi alat yang efektif untuk membat ibu jadi santai dengan memelihara tubuh, pikiran dan jiwa sehingga mampu meningkatkan dan mempertahankan laktasi.

Studi ini juga menemukan volume air susu ibu (ASI) meningkat sebesar 88 persen pada ibu menyusui yang menerima terapi refleksiologi sebanyak 10 kali.

Menurut ilmu refleksiologi, titik yang sesuai dengan payudara terletak di telapak kaki dan ujung kaki. Namun sebaiknya ibu yang menyusui melakukan refleksi ini pada ahlinya supaya mendapatkan manfaat yang maksimal. Sumber.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

2/22/2013

Cara Cerdas Kembali Bekerja Setelah Cuti Melahirkan

0 komentar
Kembali bekerja pertama kalinya setelah cuti hamil dapat menyebabkan stres bagi banyak perempuan. Bukan hanya karena penyesuaian kembali lingkungan kerja, tetapi juga dapat membuat perempuan ragu tentang peran dirinya sebagai perempuan karir sekaligus sebagai ibu.

Beberapa ahli percaya bahwa perempuan membutuhkan waktu sekitar empat bulan cuti hamil sebelum siap untuk bekerja kembali, tapi kebanyakan perempuan hanya mendapat waktu enam sampai delapan minggu cuti.

Berikut adalah cara-cara agar dapat melakukan transisi sehalus mungkin seperti dilansir Foxnews.com:

1. Kembalilah bekerja di pertengahan minggu
Para ahli merekomendasikan untuk memulai bekerja di tengah minggu, jadi minggu kerja pertama terasa pendek. Banyak ditemui perempuan bekerja hanya satu atau dua hari pada minggu pertamanya atau lebih.

"Semakin halus transisinya, semakin produktif ia di tempat kerja," kata Chris Paul, direktur Center for Work and Family in Rockville, Md.

2. Berbicara tentang bayi
Banyak perempuan takut membicarakan bayinya di tempat kerja, sebab orang akan menganggap bahwa ia berharap berada di rumah, bukan sedang bekerja. Tetapi jika merasa bahwa rekan kerja sedang tidak dapat diajak membicarakan hal itu, simpanlah cerita bayi Anda untuk diri sendiri.

"Berbicara tentang bayi dapat membangun hubungan dengan orang lain di tempat kerja. Orang-orang membicarakan kehidupan pribadinya sepanjang waktu di tempat kerja, sehingga wajar untuk berbicara mengenai anak-anak," kata Jamie Ladge, asisten profesor manajemen di Northeastern University di Boston.

3. Berikan waktu untuk menyesuaikan diri.
"Ketika perempuan kembali bekerja, mereka mengalami fluktuasi dan mencoba mengintegrasikan bagaimana berperan sebagai seorang profesional dengan peran barunya sebagai seorang ibu," kata Ladge.

Perempuan mungkin memerlukan waktu untuk menyesuaikan diri dengan identitas baru dan belajar bagaimana untuk menyinkronkan pekerjaan dan tanggung jawab di rumah.

4. Mintalah waktu yang fleksibel.
Banyak karyawan, baik perempuan maupun laki-laki, menegosiasikan jadwal agar tidak terlalu kaku dan dapat meringankan stres dengan bekerja pada pukul 9:00-18:00. Bicaralah dengan karyawan lain yang mungkin telah melakukan cara yang sama untuk mengetahui kiat-kiatnya.

"Anda mungkin takut bahwa orang akan berpikir kurang baik tentang Anda jika Anda memintanya, tetapi jika tidak meminta, Anda tidak akan mendapatkannya," kata Ladge.

5. Abaikan komentar miring.
Orang bisa mengatakan secara terang-terangan atau diam-diam mengenai perubahan kinerja perempuan yang baru melahirkan.

Atasan mungkin berkata, "Saya harap Anda bukan salah satu dari perempuan yang tidak lagi berkomitmen 100 persen setelah memiliki seorang bayi". Tertawalah saja, namun jangan bekerja dua kali lebih keras untuk membuktikan bahwa ia salah.

6. Pastikan menjelaskan semuanya kepada atasan.
Jadilah komunikatif mengenai apa yang diinginkan dari pekerjaan sehingga tidak dikesampingkan oleh atasan karena asumsi yang tidak akurat bahwa Anda sekarang adalah seorang ibu.

7. Cari Bantuan
Jika telah mendapat bantuan dari orangtua atau pembantu rumah tangga, maka itu adalah saat yang tepat untuk kembali bekerja. Bantuan dalam membersihkan rumah dan memasak dapat membantu ibu muda kurang merasa lelah.

8. Rencana rutinitas pagi.
Salah satu hal yang paling penting adalah pembagian kerja antara perempuan dan pasangan. Siapa dan kapan yang akan memandikan bayi, siapa akan menjaga bayi, memberi makan, mengantar bayi ke penitipan anak, menyiapkan makan malam, dan menjemput bayi.

9. Alternatif memberi susu bayi malam hari.
Jika ibu selalu memberi susu ketika bayi lapar di tengah malam, ia akan kelelahan di pagi harinya. Cobalah untuk bergantian dengan suami.

10. Jangan mencoba untuk menjadi super-mom.
Pahamilah bahwa perempuan tidak dapat melakukan segala sesuatunya sendirian. Beberapa hal yang mungkin perlu dikorbankan, seperti rumah yang bersih sempurna atau memasak makan malam. Sumber.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

2/21/2013

Cara-cara Agar Ibu Hamil Tetap Nyaman

0 komentar
Kehamilan kadang bisa membuat ibu menjadi tidak nyaman karena adanya beberapa perubahan. Tapi ada beberapa hal yang bisa dilakukan agar kehamilan jadi menyenangkan bagi si ibu hamil.

Perubahan hormon dan bentuk tubuh bisa mempengaruhi suasana hati dan kepercayaan diri ibu hamil. Berikut ini beberapa hal yang bisa dilakukan ibu hamil untuk meningkatkan suasana hati dan juga membuatnya lebih nyaman, seperti dikutip dari Parenting.comyaitu:

1. Kurangi tekanan dengan membuat 'to do list' yang tepat
Ibu hamil sering merasa tertekan dengan keharusan untuk makan dengan baik, berolahraga dan keharusan-keharusan lainnya. Untuk itu pilihlah prioritas utama mana yang perlu dilakukan dan menyeleksi hal-hal yang sebaiknya tidak perlu dilakukan.

2. Mengambil gambar kehamilan
Memiliki foto-foto selama kehamilan setiap bulannya bisa menjadi hal yang menyenangkan tidak hanya bagi anak kelak, tapi juga untuk ibu hamil. Hal ini bisa membuat ibu hamil lebih bersemangat menjalani kehamilan serta menghadapi persalinannya.

3. Menggunakan pakaian dalam yang pas dan nyaman
Selama kehamilan, payudara bisa menjadi tidak nyaman jika tidak didukung dengan tepat bahkan saat tidur. Untuk itu cobalah pakaian dalam yang memiliki ukuran pas sehingga membuat ibu hamil nyaman dan percaya diri.

4. Melakukan olahraga atau latihan
Beberapa latihan atau olahraga bisa membantu memperkuat otot yang diperlukan saat persalinan. Selain itu berolahraga juga membantu menjaga energi dan menurunkan stres. Carilah kelas olahraga atau latihan khusus untuk ibu hamil dan jangan lupa untuk rutin memeriksakan diri ke dokter.

5. Melakukan relaksasi
Para ahli menuturkan aromaterapi bisa merangsang saraf penciuman yang nantinya mengaktifkan pusat emosi di otak. Cara relaksasi lain yang bisa dilakukan adalah latihan tarik napas dengan benar.

6. Ibu hamil tetap bisa bergaya
Kehamilan tidak menghambat seseorang untuk tetap bisa bergaya, saat ini banyak baju ibu hamil dengan model terkini. Hal terpenting jangan menyembunyikan kehamilan dengan menggunakan pakaian yang terlalu ketat atau bisa berbahaya bagi janin.

7. Berilah kenyamanan bagi kaki
Kaki memiliki tugas menopang bagian tubuh atas, karenanya berilah kenyamanan bagi kaki. Untuk itu pilihlah sepatu yang nyaman digunakan untuk berjalan, tidak terlalu ketat dan mendukung kaki dengan baik. Selain itu rendamlah kaki secara teratur dan memberinya lotion yang menyegarkan. Sumber.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

2/20/2013

Obat Alami untuk Atasi Gangguan pada Ibu Hamil

0 komentar
Kehamilan bisa menjadi saat yang indah dalam kehidupan seorang perempuan, tetapi hal itu ternyata tak selalu mudah. Lebih dari setengah dari semua ibu hamil pasti mengalami Morning sickness atau penyakit kehamilan, yaitu rasa mual atau ingin muntah.

Gejala ini terkait dengan meningkatnya kadar estrogen. Rasa mual terkadang muncul pada dini hari dan berkurang ketika semakin siang. Mual yang dirasakan mulai dari tingkat ringan hingga menyebabkan muntah, namun tidak cukup parah untuk menyebabkan kekacauan metabolisme.

Mual dan muntah dapat menjadi salah satu tanda pertama kehamilan, biasanya dimulai sekitar minggu ke-6 kehamilan dan berhenti setelah sekitar 12 minggu kehamilan.

Kapsul jahe dan vitamin B6 untuk mengatasi morning sickness
Obat-obat tertentu dan obat tanpa resep dokter tidak dianjurkan untuk ibu hamil. Morning sickness biasanya merupakan tanda kehamilan yang baik, tapi rasa mual yang muncul di pagi, siang, dan malam hari bisa menjadi mimpi buruk.

Dr. Pina LoGiudice, seorang ahli akupunktur dan dokter naturopati di Innersource di NY memiliki beberapa cara alami agar kehamilan menjadi lebih menyenangkan. Ia menemukan bahwa kapsul jahe dapat efektif mengatasi morning sickness.

"Saya merekomendasikan dua kapsul jahe 250 miligram dua kali sehari. Vitamin B6 juga merupakan nutrisi bagus yang bisa membantu metabolisme hormon tubuh sehingga membantu mengurangi mual," kata Dr. LoGiudice seperti dilansir FoxNews.com.

Vitamin C dosis tinggi tidak baik untuk ibu hamil
Karena sistem kekebalan tubuh sedikit menurun selama kehamilan, perempuan bisa lebih rentan terhadap pilek. Penelitian menunjukkan bahwa semakin banyak tidur, semakin baik sistem kekebalan tubuh.

"Dosis kecil vitamin C baik untuk ibu hamil yang sedang pilek, tapi jangan terlalu banyak karena dapat menyebabkan kontraksi, biasanya kurang dari 500 mg per hari," imbuh Dr. LoGiudice.

Magnesium untuk redakan nyeri dan kram
Ibu hamil juga akan mengalami perubahan tubuh untuk membuat ruang yang cukup bagi pertumbuhan bayi. Akibatnya, seringkal menimbulkan rasa sakit dan nyeri di kaki, punggung bagian bawah, dan pinggul.

"Hal pertama yang pasti magnesium. Magnesium dapat membantu meringankan nyeri di gelisah atau kram di punggung bagian bawah pada ibu hamil. Kalsium juga perlu, sebab tubuh jadi lebih sakit dan nyeri karena sedang terserap untuk perkambangan janin, sehingga ibu hamil sendiri jadi kekurangan," kata Dr. LoGiudice.

Teh peterseli ringankan pembengkakan
Tambahan darah dan cairan dapat menyebabkan pembengkakan. Hal itu normal, tetapi dapat membuat ibu hamil sangat tidak nyaman.

"Hal pertama yang saya sarankan adalah teh peterseli yang akan membantu tubuh menghilangkan cairan dalam tubuh sehingga tidak begitu bengkak. Ada informasi yang bertentangan tentang asupan garam. Jangan terlalu banyak dan jangan terlalu sedikit.," Kata LoGiudice.

Jika ibu hamil mengalami mulas, LoGiudice merekomendasikan enzim pepaya. Kunyahlah perlahan dan khasiatnya akan menurunkan stres. Sumber.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

2/19/2013

Sembarangan Minum Kopi Bisa Bahayakan Ibu Hamil

0 komentar
Secangkir kopi punya banyak banfaat, mulai dari sekedar mengatasi kantuk hingga mengurangi risiko kanker. Namun ibu hamil tidak boleh sembarangan minum kopi, karena terlalu banyak kafein malah bisa membahayakan kandungan dan jantung.

Dalam kondisi normal, efek kafein akan mulai berkurang dalam waktu 5 jam sejak masuk ke dalam tubuh. Namun dalam kondisi tertentu seperti pada ibu hamil, waktu paruh atau waktu penguraiannya di dalam tubuh bisa menjadi lebih lama yakni 30 jam.

Makin lama kafein bertahan di dalam tubuh, makin besar pula kemungkinan efek samping yang ditimbulkannya. Apalagi jika dikonsumsi dalam kadar yang berlebih, maka kafein bisa meningkatkan irama jantung, memicu sakit kepala, nyeri dada, rasa gelisah dan juga kram perut.

Para ahli dari Glasgow University di Skotlandia mengatakan, ibu hamil tetap boleh minum kopi asal kandungan kafeinnya tidak lebih dari 200 mg/hari. Ini berarti, kopi espresso tidak dianjurkan karena memang disarikan dengan sangat pekat sehingga kadar kafeinnya sangat tinggi.

Penelitian yang dilakukan para ahli tersebut menunjukkan, sebagian besar kopi espresso yang dijual di warung-warung kopi di Skotlandia mengandung kafein di atas batas aman bagi ibu hamil. Dari 20 warung kopi yang menyajikan kopi espresso, hanya 1 yang kadar kafeinnya dalam batas aman.

"Variasinya cukup besar. Yang kafeinnya rendah masih bisa diminum 4 kali sehari oleh ibu hamil. Tapi yang kadarnya berlebih, 1 cangkir saja sudah bisa memicu overdosis," ungkap Dr Alan Crozier yang memimpin penelitian itu seperti dikutip dari Dailymail.

Selain pada ibu hamil, kondisi lain yang tidak disarankan untuk mengonsumsi kopi berlebihan adalah pada anak kecil dan penderita gangguan hati. Pada kondisi tersbeut, kerja hati tidak optimal sehingga risiko overdosis kafein meningkat karena metabolismenya lambat. Sumber.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

2/18/2013

Antibiotik yang Tidak Boleh Diminum Saat Berencana Hamil

0 komentar
Ibu hamil memang tidak boleh sembarangan minum obat, karena bisa memicu kecacatan pada bayi yang dikandungnya. Cermat memilih obat perlu dimulai sejak berencana hamil, karena kadang seorang perempuan tidak tahu pasti kapan ia hamil.

Seorang perempuan baru akan menyadari kalau haidnya terlambat minimal 2 minggu setelah terjadinya pembuahan. Jika pada masa itu telah terjadi pembuahan, obat-obatan khususnya antibiotik tertentu sudah bisa menyebabkan calon janin mengalami kecacatan dalam proses pertumbuhannya.

"Saat berencana hamil, biasakan untuk menyampaikan ke dokter kalau memang sedang siap-siap hamil. Nanti dokter yang akan meresepkan antibiotik yang cocok," kata dr Tonny Loho DMM, SpPK(K), ahli patologi klinis dari Universitas Indonesia dalam seminar Pengobatan Terkini Kasus Infeksi di RS Pondok Indah.

Antibiotik yang diharamkan bagi ibu hamil antara lain golongan quinolon, misalnya yang cukup terkenal adalah floroquinolon dan siprofloksasin. Golongan antibiotik yang banyak dipakai untuk diare, typus dan infeksi paru-paru ini bisa menyebabkan cacat pada bayi dan gangguan pertumbuhan tulang pada anak.

Salah satu jenis kecacatan yang paling parah dari penggunaan quinolon semasa hamil dan menyusui adalah epiphysis tulang atau tulang belakang tidak menutup. Sementara pada anak-anak yang masih mengalami pertumbuhan tulang, pertumbuhan itu akan terhambat sehingga postur tubuhnya cenderung lebih pendek dibanding teman sebaya.

Antibiotik golongan quinolon baru boleh diberikan pada anak jika kondisinya sangat darurat dan tidak ada pilihan obat lain untuk menyelamatkan nyawanya. Dalam kondisi seperti ini, efek samping pada tulang bisa dikesampingkan karena nyawa lebih mendesak untuk diselamatkan.

Secara umum, penggunaan antibiotik memang tidak boleh dilakukan sembarangan. Obat untuk membunuh mikroorganisme tersebut harus diminum secara teratur sesuai aturan sampai habis, sebab jika tidak justru bisa memicu kekebalan atau resistensi kuman. Sumber.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

2/17/2013

Ibu dengan Banyak Anak Punya Jantung Lebih Sehat

0 komentar
Perubahan fisiologis seorang wanita yang mengalami kehamilan dapat memiliki efek yang bermanfaat pada kesehatannya. Makin banyak anak yang dimilikinya, makin jauh risiko terkena penyakit jantung dan stroke.

Penelitian yang dilakukan University of California, di San Diego menunjukkan ibu yang punya anak 4 atau lebih memiliki kemungkinan meninggal karena stroke dan jantung yang lebih kecil.

Penelitian yang melibatkan 1.300 orang perempuan di California. Perempuan yang memiliki empat anak atau lebih memiliki kemungkinan sepertiga lebih sedikit terkena penyakit jantung. Kebanyakan efeknya berasal dari pencegahan stroke, karena ibu dari keluarga besar hampir 50 persen lebih kecil kemungkinannya meninggal karena stroke.

"Kesimpulannya, perempuan dalam penelitian ini memiliki risiko kematian akibat penyakit jantung dan pembuluh darah lebih rendah jika memiliki lebih dari empat anak. Hubungan paling kuat adalah untuk kematian akibat penyakit jantung koroner," kata peneliti, Jacoobs Marni dari University of California, di San Diego.

Mekanisme penyebab penurunan risiko ini tidak diketahui. Nampaknya, kesuburan yang tinggi menggambarkan perempuan yang sehat, sirkulasi hormon estrogen atau hormon lain yang lebih banyak dan lebih lama akan meningkatkan kekuatan pembuluh darah selama kehamilan. Atau, bisa jadi karena dukungan sosial dari keluarga yang lebih besar.

Satu teori yang dapat diajukan adalah perempuan dilindungi oleh hormon-hormonnya sampai menopause. Penelitian ini menunjukkan bahwa jumlah kehamilan seorang wanita juga dapat memiliki efek positif terhadap risiko penyakit jantung dan pembuluh darah dalam kehidupannya nanti.

"Perubahan fisiologis seorang wanita yang mengalami kehamilan dapat memiliki efek yang bermanfaat pada kesehatannya," kata Dr. Bradley Van Voorhis, Presiden Society for Endokrinologi Reproduksi dan Infertilitas seeprti dilansir The Telegraph Sumber.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

1/21/2013

Kombinasi Diet yang Baik untuk Ibu Hamil

0 komentar
Menjaga kesehatan ketika hamil tentu sangat penting untuk bayi dan si ibu. Banyak cara yang disarankan pada ibu hamil untuk menjaga kesehatannya. Pada kunjungan pertama ke dokter, setelah dilakukan tes kehamilan maka akan diprediksi kapan bayi akan lahir. Jika ibu hamil dalam kondisi yang sehat dan tidak ada faktor risiko komplikasi, dokter akan melakukan pemeriksaan setiap:

1. Setiap 4-28 minggu kehamilan
2. Kemudian setiap 2-36 minggu
3. Kemudian seminggu sekali sampai melahirkan

Selama masa kehamilan, dokter akan memeriksa berat badan dan tekanan darah, serta memeriksa pertumbuhan dan perkembangan bayi. Ibu hamil juga akan melakukan tes prenatal, termasuk darah, urin, dan tes serviks. Ibu hamil biasanya membutuhkan tambahan sekitar 300 kalori per hari, terutama saat bayi tumbuh dengan cepat. Makan sehat selalu penting, terutama ketika sedang hamil. Tetapi berat badan yang berlebihan juga harus dihindari saat hamil. Pada ibu hamil yang obesitas, mungkin dokter akan menyarankan untuk diet rendah kalori.

Kombinasi diet yang baik untuk ibu hamil seperti dikutip dari MSNHealth termasuk:

1. Daging
2. Buah
3. Sayuran
4. Roti gandum
5. Produk susu tanpa lemak

Selain itu, ibu hamil juga membutuhkan lebih banyak nutrisi esensial, khususnya kalsium, besi, dan asam folat. Selain nutrisi, yang perlu diperhatikan juga adalah posisi tidur dan aktivitas fisik. Beberapa dokter merekomendasikan bahwa wanita hamil tidur di sisi kiri. Karena salah satu pembuluh darah besar di sisi kanan perut, berbaring pada sisi kiri dapat membantu menjaga rahim. Berbaring di sisi kiri juga mengoptimalkan aliran darah ke plasenta.

Selain hal-hal yang harus dilakukan, beberapa hal yang harus dihindari saat hamil, antara lain:

1. Alkohol
2. Obat-obatan tertentu
3. Nikotin
4. Kafein
5. Makanan tertentu

Makanan yang sebaiknya dihindari oleh ibu hamil, antara lain:

1. Keju yang tidak dipasteurisasi
2. Susu, jus, dan sari apel yang tidak dipasteurisasi
3. Telur mentah atau makanan yang mengandung telur mentah
4. Daging mentah atau setengah matang, ikan (sushi), atau kerang
5. Daging olahan seperti hot dog

Dengan menjaga kondisi kesehatan selama hamil, setidaknya dapat menurunkan risiko bayi lahir prematur atau bayi lahir dengan cacat bawaan. Selain itu juga kondisi ibu hamil tetap fit dan bugar, tentunya akan berpengaruh pada kondisi janin. Sumber.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

1/20/2013

Terlalu Ingin Menjadi Super Mom Dapat Sebabkan Wanita Depresi

0 komentar
Wanita yang dapat menjalani dua peran, yaitu sebagai seorang ibu dan juga sebagai wanita karir seringkali disebut sebagai super mom. Menjadi super mom memang sangat sulit karena menyeimbangkan kehidupan keluarga dan karir bukanlah persoalan yang mudah.

Sebuah studi baru menunjukkan bahwa, seorang wanita karir kurang mungkin mengalami depresi daripada ibu rumah tangga yang seringkali hanya tinggal di rumah. Namun, wanita karir yang mempunyai target bahwa seorang wanita harus mampu menyelesaikan pekerjaan dan menjadi ibu rumah tangga yang baik berada pada risiko lebih besar untuk mengalami depresi.

Sedangkan wanita yang memiliki harapan yang lebih realistis mengenai kehidupan keluarga dan karir memiliki risiko depresi yang lebih rendah. Para wanita yang memiliki harapan realistis tersebut biasanya akan memilih salah satu antara karir dan keluarga. Dan kebanyakan di antara wanita tersebut akan memilih keluarga.

"Dengan memiliki pekerjaan dapat untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan mental secara keseluruhan pada wanita. Hal tersebut pada akhirnya merupakan hal yang baik untuk diri sendiri dan keluarga. Menyeimbangkan pekerjaan dan keluarga memang cukup sulit, sehingga jangan merasa gagal jika memang sulit untuk menyeimbangkan keduanya," kata Katrina Leupp, seorang mahasiswa pascasarjana sosiologi yang memimpin penelitian dari University of Washington seperti dilansir dari MSNHealth, Senin (21/11/2011).

Peneliti telah menganalisis data dari Departemen Tenaga Kerja, yang mencakup 1.600 wanita menikah dengan usia sekitar 40 tahun pada tahun 2006. Para wanita tersebut telah disurvei pada tahun 1987, yaitu ketika mereka berusia sekitar 20 tahun.

Para partisipan disurvei mengenai pemikirannya tentang seorang ibu yang merangkap sebagai wanita karir. Wanita karir yang merangkap sebagai seorang ibu memiliki risiko lebih besar mengalami depresi di kemudian hari daripada mereka yang berpikir wanita harus tinggal di rumah untuk membesarkan anak-anak.

"Bahkan, para wanita muda yang merasa mampu dapat menyeimbangkan kehidupan karir dan keluarga pun memiliki gejala depresi ketika mereka berusia 40 tahun. Hal tersebut tidak jelas penyebabnya. Tetapi wanita yang terlalu menuntut diri sendiri untuk menjadi super mom mungkin merasa sangat buruk dan tertekan ketika sedang tidak bisa menyeimbangkan kehidupan karir dan keluarga. Mungkin para wanita tersebut akan merasa sangat bersalah ketika harus meninggalkan pekerjaan lebih awal untuk menjemput anaknya. Padahal kondisi tersebut merupakan hal yang wajar," kata Leupp.

"Memiliki ibu yang juga merupakan wanita karir dapat membuat orang lebih sadar akan kesulitan dalam menyeimbangkan pekerjaan dan keluarga. Tetapi juga dapat memberikan figur atau peran yang menunjukkan bahwa menyeimbangkan pekerjaan dan keluarga adalah sangat mungkin dan lebih bermanfaat. Dan keduanya dapat berjalan dengan sangat baik. Lebih memaafkan diri sendiri ketika sedang tidak bisa menyeimbangkan kehidupan karir dan keluarga mungkin dapat membuat wanita karir lebih terhindar dari depresi," kata Leupp.

Secara umum hasil penelitian telah menunjukkan bahwa, pekerjaan memang mempunyai manfaat untuk kesehatan mental seorang wanita. Hasil survei menemukan bahwa, ibu rumah tangga lebih mungkin mengalami depresi pada usia 40 tahun dibandingkan wanita yang bekerja, terlepas dsudah memiliki anak ataupun belum. Namun, pada wanita yang terlalu menuntut diri sendiri untuk dapat menjadi super mom juga akan memiliki risiko depresi yang tinggi.Sumber.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

1/19/2013

Yang Bisa Dilakukan untuk Mencegah Kelahiran Prematur

0 komentar
Kelahiran prematur atau sebelum waktunya bisa menimbulkan beberapa risiko baik bagi bayi maupun ibunya. Meski begitu kondisi ini bisa dicegah dengan melakukan beberapa hal.

Kelahiran prematur tidak bisa dianggap enteng karena dapat memicu masalah kesehatan seperti keterlambatan perkembangan, penyakit paru-paru kronis serta cerebral palsy. Serta dapat mempengaruhi emosional dan finansial dari keluarga.

"Kami tidak memahami mekanisme kelahiran prematur yang cukup aman, sehingga dibutuhkan cara yang efektif untuk mencegah hal tersebut," ujar Ronald Gibbs, MD, ketua departemen obestetri dan ginekologi dari University of Colorado Health Sciences Center di Denver, seperti dikutip dari Parenting.com.

Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu diketahui dan dilakukan untuk membantu mencegah kelahiran prematur yaitu:

1. Mendapatkan perawatan sejak awal kehamilan
Mengunjungi dokter sejak diketahui hamil atau saat mencoba untuk hamil bisa bantu kurangi risiko kelahiran prematur. Biasanya dokter akan menyarankan pola makan yang benar seperti asam folat dan vitamin B, berat badan yang tepat, pemberian suplemen atau vitamin jika diperlukan serta pemeriksaan terhadap risiko infeksi yang membahayakan kehamilan.

2. Mengetahui risiko diri sendiri
Ketahui faktor risiko yang dimiliki seperti apakah merokok, memiliki tekanan darah tinggi, diabetes, usia saat hamil, pernah memiliki komplikasi kehamilan sebelumnya atau tidak, berat badan yang dimiliki serta faktor genetik lainnya. Konsultasikan dengan dokter untuk meminimalkan risiko yang ada.

3. Melakukan pemeriksaan terhadap infeksi saluran kemih
Studi menunjukkan infeksi pada rahim bisa dimulai dari saluran kemih dan menyebabkan kelahiran prematur. Seperti infeksi bakteri di vagina membuat tubuh melepaskan zat kimia pelawan infeksi (sitokin) yang menyebabkan peradangan yang nantinya memicu pelepasan prostaglandin (zat kimia yang memicu kontraksi dan pelebaran leher rahim).

4. Mengunjungi dokter gigi secara teratur
Pemeriksaan ke dokter gigi bisa membantu cegah kelahiran prematur. Hal ini karena perubahan hormon selama kehamilan membuat perempuan lebih renan terhadap radang gusi (bengkak, gusi merah dan penyakit gusi). Kondisi ini memicu penyebaran infeksi lebih lanjut yang mempengaruhi kehamilan.

5. Perhatikan berat badan
Memiliki kenaikan berat badan yang berlebih ketika hamil memberikan peluang lebih besar terhadap komplikasi seperti diabetes gestational dan preeklampsia yang meningkatkan risiko persalinan prematur.

6. Memiliki pola makan yang benar dan olahraga
Mengonsumsi makanan bergizi selama kehamilan seperti gandum, sumber protein sehat, susu, buah dan sayur membantu perkembangan janin sehat. Konsumsi kadar asam lemak omega 3 yang lebih tinggi menurunkan risiko kelahiran prematur. Sedangkan olahraga bantu cegah diabetes gestational dan preeklampsia.

7. Mencegah stres dan depresi
Perempuan hamil yang mengalami depresi atau cemas memiliki peningkatan 2 kali lipat terhadap kelahiran prematur. Untuk itu cegah stres dan depresi dengan melakukan hal-hal yang disukai serta berlatih yoga atau meditasi untuk membantu merilekskan tubuh. Sumber.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

1/18/2013

Depresi yang Berbahaya Bukan Saat Hamil Tapi Setelah Bersalin

0 komentar
Perubahan yang terjadi saat hamil kadang membuat wanita depresi. Tapi depresi saat hamil ternyata tidak berbahaya, yang berbahaya justru depresi setelah melahirkan karena efeknya bisa langsung ke perkembangan bayi.

Selama ini ada dugaan ibu hamil yang depresi akan mempengaruhi kondisi kandungannya. Tapi dari hasil penelitian, ibu hamil yang depresi sejak 4 bulan pertama kehamilan hingga melahirkan, ternyata memiliki bayi dengan perkembangan fisik dan mental yang sama dengan ibu hamil yang kondisi emosinya sehat.

Namun kondisinya akan berbeda jika depresi yang dialami terjadi setelah melahirkan. Keadaan emosional ibu yang berubah setelah melahirkan lebih berpengaruh ke perkembangan mental dan fisik anak. Penelitian ini dilakukan Curt Sandman dari University of California.

Penelitian terdahulu yang dilakukan Jay Belsky, psikolog University of California menemukan bahwa bayi dapat merespons perbedaan tingkat depresi ibu melalui penyusunan genetik.

Bayi membawa dua salinan varian gen pengangkut serotonin yang sering dihasilkan dari rasa ketakutan dan kegelisahan ibu karena kecemasan yang intens selama masa kehamilan.

Hasil penelitian sejauh ini menggarisbawahi perlunya untuk segera mengobati depresi ibu hamil sehingga anak-anaknya akan mendapat pengalaman positif atas kesehatan ibu sebelum dan sesudah kelahiran.

Sayangnya, obat antidepresan berisiko bagi kesehatan janin dan temuan baru ini menunjukkan bahwa ibu hamil yang mencapai kesehatan emosional tak lama setelah melahirkan justru menciptakan kondisi yang memperlambat perkembangan bayi.

"Apa yang terbaik bagi ibu mungkin tidak terbaik bagi janin atau bayi," kata Sandman seperti dilansir sciencenews.org.

Berikut beberapa tips mengatasi stres saat hamil:
  1. Cari penyebabnya. Renungkan dan diskusikan dengan suami dan keluarga apa saja hal-hal yang menjadi beban berat pikiran Anda.
  2. Jaga asupan nutrisi. Menjaga asupan makanan juga bisa membantu ibu hamil menekan risiko stres dan depresi.
  3. Rutin berolahraga. Tubuh yang sehat sangat membantu Anda dalam menjaga kesehatan jiwa dan pikiran.
  4. Hindari kebiasaan buruk, seperti rokok dan minuman alkohol. Alihkan perhatian Anda setiap kali keinginan untuk melakukan kebiasaan buruk tersebut datang dengan kegiatan yang bisa mendatangkan manfaat lebih bagi Anda. Kebiasaan buruk ini bisa memicu stres dan depresi.
  5. Jalin komunikasi. Tidak hanya dengan suami dan keluarga, komunikasi juga bisa dijalin antara sesama ibu hamil. Persamaan nasib dan pengalaman bisa membantu meringankan beban pikiran Anda.
  6. Rajin beraktivitas. Aktif melakukan aktivitas yang bermanfaat bagi ibu hamil, seperti beryoga, berkumpul bersama teman, dan rekreasi, akan membuat pikiran Anda tidak terfokus pada hal-hal berat yang biasanya Anda pikirkan dan juga menurunkan hormon stres.
  7. Istirahat nyaman dan cukup. Selain di rumah, istirahat juga bisa dilakukan saat bepergian ke luar kota. Pilih tempat berlibur yang nyaman dan tenang, sehingga Anda bisa istirahat dengan santai. Perhatikan pula posisi istirahat yang tepat bagi ibu hamil.
  8. Konsultasikan dengan dokter. Sebisa mungkin, semua keluhan dan perasaan tak nyaman Anda didiskusikan dengan dokter kepercayaan Anda. Dokter akan menilai apakah Anda membutuhkan pengobatan medis atau psikologis sehingga tindak pencegahan bisa segera dilakukan. Sumber.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

1/17/2013

Dokter Kandungan Banyak Berbeda Soal Awal Kehamilan

0 komentar
Hampir semua dokter bisa memberikan definisi kapan suatu kehamilan dimulai. Tapi survei terbaru menunjukkan bahwa kebanyakan dokter memiliki definisi yang tidak selalu sama mengenai awal kehamilan.

Sebagian besar dokter kandungan yang disurvei percaya bahwa kehamilan dimulai ketika sperma membuahi sel telur. Tapi sebagian kecil dokter mengatakan hal itu belum disebut kehamilan hingga seminggu kemudian ketika implan telur dibuahi dalam rahim.

"Orang mengatakan bahwa profesi medis telah menetap, dan data kami menunjukkan bahwa ada hal-hal yang tidak menetap di kalangan profesi medis," ujar Dr Farr Curlin, peneliti senior dan profesor di University of Chicago, seperti dikutip dari Reuters.

Untuk itu Curlin dan rekan melakukan survei dengan mengirim kuesioner kepada lebih dari 1.000 dokter obstetri dan ginekologi. Pertanyaan yang diajukan adalah apakah kehamilan dimulai pada saat pembuahan, implantasi atau dokter tidak yakin.

Hasil yang didapatkan adalah sebagian besar dokter atau sekitar 57 persen mengatakan kehamilan dimulai pada saat pembuahan, sementara 28 persen dokter mengatakan dimulai pada saat implantasi sedangkan sisanya merasa tidak yakin.

Implantasi diketahui terjadi sekitar 1 minggu setelah sperma membuahi sel telur. Saat itulah blastocyst (sekelompok kecil sel yang nantinya akan menjadi janin) akan menempel dengan sendirinya ke dinding rahim.

Sedangkan untuk panjang kehamilan para dokter sepakat dengan 40 minggu, terlepas dari bagaimana dokter menentukan awal kehamilan. Hal ini karena usia 40 minggu tidak dihitung dari saat pembuahan atau implantasi, tapi dari waktu menstruasi terakhir si ibu.

Hasil survei yang didapatkan ini telah dipublikasikan dalam American Journal of Obstetrics and Gynecology. Sumber.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

1/16/2013

Kapan Persalinan Normal Butuh Jahitan?

0 komentar
Ibu yang melahirkan secara normal kadang memerlukan jahitan antara vagina dan anus atau dikenal dengan episiotomy. Tapi pada kondisi apa ibu yang melahirkan perlu episiotomy?

Episiotomy adalah insisi atau sayatan yang dibuat dalam jaringan antara pembukaan vagina dan anus (perineum) selama persalinan. Selama bertahun-tahun episiotomy menjadi bagian rutin dari proses melahirkan, tapi kini tidak semua persalinan normal memerlukan episiotomy.

Hal ini karena para peneliti telah menemukan bahwa episiotomy tidak mengurangi risiko inkontinensia setelah melahirkan serta tidak membantu menjaga posisi kandung kemih dan rektum.

Para peneliti mengungkapkan prosedur ini bisa dilakukan dalam beberapa kasus tertentu, seperti dikutip dari MSN.Health biasanya dokter akan menyarankan episiotomy jika:
  • Adanya kemungkinan muncul robekan yang lebar pada vagina
  • Bayi berada dalam posisi yang abnormal
  • Bayi perlu dikeluarkan dengan cepat
Jika perlu dilakukan episiotomy maka ibu akan diberikan suntikan bius lokal untuk mematikan rasa dari jaringan yang akan diberi sayatan untuk membantu mengeluarkan bayi dan akan dijahit kembali setelah bayi berhasil dikeluarkan.

Umumnya setiap jahitan yang digunakan untuk episiotomy akan diserap sendiri. Jika sayatan atau robeknya luas maka rasa nyeri yang muncul akan lebih lama. Namun ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mempercepat penyembuhan yaitu:
  1. Gunakan kompres es atau membungkus es dalam kain lap untuk membantu menenangkan luka.
  2. Menjaga kebersihan luka, misalnya dengan menggunakan botol semprot air untuk membilas jaringan setelah menggunakan toilet.
  3. Duduklah dengan hati-hati seperti merapatkan bokong saat duduk untuk menjaga peregangan.
  4. Melakukan senam Kegel yang bisa dimulai sekitar 1 hari setelah melahirkan untuk membantu otot dasar panggul. Cobalah selama 5 detik, lalu semakin lama semakin meningkat intensitasnya.
  5. Mencegah nyeri dan peregangan selama pergerakan usus dengan menggunakan bantalan bersih seperti pembalut untuk membantu meringankan tekanan pada luka.
Untuk melunakkan jaringan vagina dalam proses persalinan sehingga bisa menghindari episiotomy, beberapa dokter menyarankan memijat area antara pembukaan vagina dan anus pada minggu-minggu terakhir kehamilan. Kondisi ini dikenal dengan pijat perineum. Sumber.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

1/15/2013

Ibu Hamil Perlu Waktu Tidur Lebih Banyak

0 komentar
Tidur merupakan salah satu hal yang dibutuhkan untuk mengisi energi di dalam tubuh. Untuk itu ibu hamil membutuhkan waktu tidur yang lebih banyak dibandingkan dengan perempuan yang tidak hamil.

Ibu hamil memiliki alasan tersendiri yang membuatnya butuh tidur lebih banyak yaitu sekitar 8-10 jam, hal ini karena ibu hamil butuh banyak energi untuk pertumbuhan janin serta untuk membawa bayi yang dikandungnya, seperti dikutip dari Babycenter.

Salah satu contohnya adalah jantung ibu hamil harus bekerja 4-5 kali lebih keras selama kehamilan untuk menjaga agar darah yang mengalir melalui tubuh ibu dan bayi tercukupi dengan baik.

Selain itu ginjal juga harus bekerja lebih keras untuk mengusir produk limbah atau sisa-sisa metabolisme dari dalam tubuh, serta lonjakan hormon progesteron membuat ibu hamil lebih cepat merasa lelah.

Ibu hamil akan disarankan untuk tidur dengan posisi miring ke kiri, karena membantu menjaga rahim dari organ besar yang ada di tubuh. Serta tidur dengan posisi ke kiri juga meningkatkan peredaran darah ke jantung dan aliran darah yang baik ke janin, rahim dan ginjal.

Namun terkadang kondisi kehamilan yang semakin membesar dan berat tubuh yang bertambah membuat ibu hamil sulit untuk tidur dengan nyenyak dan membuatnya mengantuk keesokan harinya.

Meski begitu beberapa hal bisa dilakukan oleh ibu hamil untuk membantunya tetap nyaman yaitu:
  1. Menempatkan bantal di bawah perut, diantara kaki atau dibelakang punggung untuk menjaga posisi dan meringankan tekanan pada perut.
  2. Menghindari konsumsi kafein.
  3. Melakukan relaksasi sebelum tidur.
  4. Membiasakan bangun dan tidur pada waktu yang sama setiap harinya. Sumber.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

1/13/2013

Mengatasi Sakit Kepala Saat Hamil

0 komentar
Perubahan dalam tubuh yang terjadi selama hamil bisa menimbulkan efek salah satunya adalah sakit kepala. Lalu apa yang harus dilakukan untuk mencegah dan mengatasi sakit kepala saat hamil?

Ibu yang sedang hamil diketahui tidak boleh mengonsumsi sembarangan obat karena dikhawatirkan mempengaruhi janin yang sedang dikandungnya. Sebagian besar obat sakit kepala mungkin memiliki efek yang berbahaya atau tidak diketahui dampaknya terhadap perkembangan bayi.

Untuk itu ketahui beberapa hal yang bisa mencegah terjadinya sakit kepala saat hamil, seperti dikutip dari Health.MSN yaitu:
  1. Menghindari pemicunya, berbagai hal diketahui bisa menjadi pemicunya seperti telat makan, bau tertentu atau makanan yang dikonsumsi.
  2. Melakukan aktivitas fisik dalam rutinitas sehari-hari, misalnya berjalan setiap hari atau melakukan latihan aerobik ringan.
  3. Melakukan latihan relaksasi, kegiatan yang menenangkan seperti yoga, bernapas dalam dan visualisasi bisa membantu menjauhkan sakit kepala.
  4. Makan dalam porsi kecil tapi lebih sering, sehingga bisa menjaga kadar gula darah tetap stabil dan mencegah sakit kepala.
  5. Mengonsumsi cairan yang cukup sehingga tubuh tetap terhidrasi dengan baik.
  6. Menjaga jadwal tidur yang teratur, karena kelelahan dan kurang tidur bisa berkontribusi terhadap sakit kepala selama kehamilan, serta pastikan pergi tidur dan bangun di waktu yang sama bahkan saat akhir pekan.
  7. Menjaga postur tubuh yang baik, karena postur yang buruk atau adanya ketegangan otot bisa mengakibatkan sakit kepala terutama adanya penambahan berat badan untuk mendukung kehamilan.
Namun jika sakit kepala tak bisa dihindari dan menyerang ibu hamil, maka lakukan beberapa langkah berikut yaitu:
  1. Melakukan istirahat dengan berbaring di ruangan yang gelap atau remang, suasana tenang dan mata tertutup.
  2. Menggunakan kompres hangat untuk mata, wajah dan pelipis atau kening, atau bisa juga mencoba kompres dingin di bagian belakang leher.
  3. Mintalah seseorang untuk melakukan pemijatan di bahu dan leher untuk meredakan ketegangan, atau memijat pelipis juga bisa membantu.
Jika langkah-langkah tersebut tidak juga membantu, sakit kepala yang memburuk atau disertai dengan adanya perubahan dalam penglihatan, maka konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan pilihan pengobatan lain. Sumber.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Ibu Hamil. Info Seputar Ibu Hamil, Anak, Bayi dan Balita...