Toko Pasutri

1/21/2013

Kombinasi Diet yang Baik untuk Ibu Hamil

0 komentar
Menjaga kesehatan ketika hamil tentu sangat penting untuk bayi dan si ibu. Banyak cara yang disarankan pada ibu hamil untuk menjaga kesehatannya. Pada kunjungan pertama ke dokter, setelah dilakukan tes kehamilan maka akan diprediksi kapan bayi akan lahir. Jika ibu hamil dalam kondisi yang sehat dan tidak ada faktor risiko komplikasi, dokter akan melakukan pemeriksaan setiap:

1. Setiap 4-28 minggu kehamilan
2. Kemudian setiap 2-36 minggu
3. Kemudian seminggu sekali sampai melahirkan

Selama masa kehamilan, dokter akan memeriksa berat badan dan tekanan darah, serta memeriksa pertumbuhan dan perkembangan bayi. Ibu hamil juga akan melakukan tes prenatal, termasuk darah, urin, dan tes serviks. Ibu hamil biasanya membutuhkan tambahan sekitar 300 kalori per hari, terutama saat bayi tumbuh dengan cepat. Makan sehat selalu penting, terutama ketika sedang hamil. Tetapi berat badan yang berlebihan juga harus dihindari saat hamil. Pada ibu hamil yang obesitas, mungkin dokter akan menyarankan untuk diet rendah kalori.

Kombinasi diet yang baik untuk ibu hamil seperti dikutip dari MSNHealth termasuk:

1. Daging
2. Buah
3. Sayuran
4. Roti gandum
5. Produk susu tanpa lemak

Selain itu, ibu hamil juga membutuhkan lebih banyak nutrisi esensial, khususnya kalsium, besi, dan asam folat. Selain nutrisi, yang perlu diperhatikan juga adalah posisi tidur dan aktivitas fisik. Beberapa dokter merekomendasikan bahwa wanita hamil tidur di sisi kiri. Karena salah satu pembuluh darah besar di sisi kanan perut, berbaring pada sisi kiri dapat membantu menjaga rahim. Berbaring di sisi kiri juga mengoptimalkan aliran darah ke plasenta.

Selain hal-hal yang harus dilakukan, beberapa hal yang harus dihindari saat hamil, antara lain:

1. Alkohol
2. Obat-obatan tertentu
3. Nikotin
4. Kafein
5. Makanan tertentu

Makanan yang sebaiknya dihindari oleh ibu hamil, antara lain:

1. Keju yang tidak dipasteurisasi
2. Susu, jus, dan sari apel yang tidak dipasteurisasi
3. Telur mentah atau makanan yang mengandung telur mentah
4. Daging mentah atau setengah matang, ikan (sushi), atau kerang
5. Daging olahan seperti hot dog

Dengan menjaga kondisi kesehatan selama hamil, setidaknya dapat menurunkan risiko bayi lahir prematur atau bayi lahir dengan cacat bawaan. Selain itu juga kondisi ibu hamil tetap fit dan bugar, tentunya akan berpengaruh pada kondisi janin. Sumber.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

1/20/2013

Terlalu Ingin Menjadi Super Mom Dapat Sebabkan Wanita Depresi

0 komentar
Wanita yang dapat menjalani dua peran, yaitu sebagai seorang ibu dan juga sebagai wanita karir seringkali disebut sebagai super mom. Menjadi super mom memang sangat sulit karena menyeimbangkan kehidupan keluarga dan karir bukanlah persoalan yang mudah.

Sebuah studi baru menunjukkan bahwa, seorang wanita karir kurang mungkin mengalami depresi daripada ibu rumah tangga yang seringkali hanya tinggal di rumah. Namun, wanita karir yang mempunyai target bahwa seorang wanita harus mampu menyelesaikan pekerjaan dan menjadi ibu rumah tangga yang baik berada pada risiko lebih besar untuk mengalami depresi.

Sedangkan wanita yang memiliki harapan yang lebih realistis mengenai kehidupan keluarga dan karir memiliki risiko depresi yang lebih rendah. Para wanita yang memiliki harapan realistis tersebut biasanya akan memilih salah satu antara karir dan keluarga. Dan kebanyakan di antara wanita tersebut akan memilih keluarga.

"Dengan memiliki pekerjaan dapat untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan mental secara keseluruhan pada wanita. Hal tersebut pada akhirnya merupakan hal yang baik untuk diri sendiri dan keluarga. Menyeimbangkan pekerjaan dan keluarga memang cukup sulit, sehingga jangan merasa gagal jika memang sulit untuk menyeimbangkan keduanya," kata Katrina Leupp, seorang mahasiswa pascasarjana sosiologi yang memimpin penelitian dari University of Washington seperti dilansir dari MSNHealth, Senin (21/11/2011).

Peneliti telah menganalisis data dari Departemen Tenaga Kerja, yang mencakup 1.600 wanita menikah dengan usia sekitar 40 tahun pada tahun 2006. Para wanita tersebut telah disurvei pada tahun 1987, yaitu ketika mereka berusia sekitar 20 tahun.

Para partisipan disurvei mengenai pemikirannya tentang seorang ibu yang merangkap sebagai wanita karir. Wanita karir yang merangkap sebagai seorang ibu memiliki risiko lebih besar mengalami depresi di kemudian hari daripada mereka yang berpikir wanita harus tinggal di rumah untuk membesarkan anak-anak.

"Bahkan, para wanita muda yang merasa mampu dapat menyeimbangkan kehidupan karir dan keluarga pun memiliki gejala depresi ketika mereka berusia 40 tahun. Hal tersebut tidak jelas penyebabnya. Tetapi wanita yang terlalu menuntut diri sendiri untuk menjadi super mom mungkin merasa sangat buruk dan tertekan ketika sedang tidak bisa menyeimbangkan kehidupan karir dan keluarga. Mungkin para wanita tersebut akan merasa sangat bersalah ketika harus meninggalkan pekerjaan lebih awal untuk menjemput anaknya. Padahal kondisi tersebut merupakan hal yang wajar," kata Leupp.

"Memiliki ibu yang juga merupakan wanita karir dapat membuat orang lebih sadar akan kesulitan dalam menyeimbangkan pekerjaan dan keluarga. Tetapi juga dapat memberikan figur atau peran yang menunjukkan bahwa menyeimbangkan pekerjaan dan keluarga adalah sangat mungkin dan lebih bermanfaat. Dan keduanya dapat berjalan dengan sangat baik. Lebih memaafkan diri sendiri ketika sedang tidak bisa menyeimbangkan kehidupan karir dan keluarga mungkin dapat membuat wanita karir lebih terhindar dari depresi," kata Leupp.

Secara umum hasil penelitian telah menunjukkan bahwa, pekerjaan memang mempunyai manfaat untuk kesehatan mental seorang wanita. Hasil survei menemukan bahwa, ibu rumah tangga lebih mungkin mengalami depresi pada usia 40 tahun dibandingkan wanita yang bekerja, terlepas dsudah memiliki anak ataupun belum. Namun, pada wanita yang terlalu menuntut diri sendiri untuk dapat menjadi super mom juga akan memiliki risiko depresi yang tinggi.Sumber.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

1/19/2013

Yang Bisa Dilakukan untuk Mencegah Kelahiran Prematur

0 komentar
Kelahiran prematur atau sebelum waktunya bisa menimbulkan beberapa risiko baik bagi bayi maupun ibunya. Meski begitu kondisi ini bisa dicegah dengan melakukan beberapa hal.

Kelahiran prematur tidak bisa dianggap enteng karena dapat memicu masalah kesehatan seperti keterlambatan perkembangan, penyakit paru-paru kronis serta cerebral palsy. Serta dapat mempengaruhi emosional dan finansial dari keluarga.

"Kami tidak memahami mekanisme kelahiran prematur yang cukup aman, sehingga dibutuhkan cara yang efektif untuk mencegah hal tersebut," ujar Ronald Gibbs, MD, ketua departemen obestetri dan ginekologi dari University of Colorado Health Sciences Center di Denver, seperti dikutip dari Parenting.com.

Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu diketahui dan dilakukan untuk membantu mencegah kelahiran prematur yaitu:

1. Mendapatkan perawatan sejak awal kehamilan
Mengunjungi dokter sejak diketahui hamil atau saat mencoba untuk hamil bisa bantu kurangi risiko kelahiran prematur. Biasanya dokter akan menyarankan pola makan yang benar seperti asam folat dan vitamin B, berat badan yang tepat, pemberian suplemen atau vitamin jika diperlukan serta pemeriksaan terhadap risiko infeksi yang membahayakan kehamilan.

2. Mengetahui risiko diri sendiri
Ketahui faktor risiko yang dimiliki seperti apakah merokok, memiliki tekanan darah tinggi, diabetes, usia saat hamil, pernah memiliki komplikasi kehamilan sebelumnya atau tidak, berat badan yang dimiliki serta faktor genetik lainnya. Konsultasikan dengan dokter untuk meminimalkan risiko yang ada.

3. Melakukan pemeriksaan terhadap infeksi saluran kemih
Studi menunjukkan infeksi pada rahim bisa dimulai dari saluran kemih dan menyebabkan kelahiran prematur. Seperti infeksi bakteri di vagina membuat tubuh melepaskan zat kimia pelawan infeksi (sitokin) yang menyebabkan peradangan yang nantinya memicu pelepasan prostaglandin (zat kimia yang memicu kontraksi dan pelebaran leher rahim).

4. Mengunjungi dokter gigi secara teratur
Pemeriksaan ke dokter gigi bisa membantu cegah kelahiran prematur. Hal ini karena perubahan hormon selama kehamilan membuat perempuan lebih renan terhadap radang gusi (bengkak, gusi merah dan penyakit gusi). Kondisi ini memicu penyebaran infeksi lebih lanjut yang mempengaruhi kehamilan.

5. Perhatikan berat badan
Memiliki kenaikan berat badan yang berlebih ketika hamil memberikan peluang lebih besar terhadap komplikasi seperti diabetes gestational dan preeklampsia yang meningkatkan risiko persalinan prematur.

6. Memiliki pola makan yang benar dan olahraga
Mengonsumsi makanan bergizi selama kehamilan seperti gandum, sumber protein sehat, susu, buah dan sayur membantu perkembangan janin sehat. Konsumsi kadar asam lemak omega 3 yang lebih tinggi menurunkan risiko kelahiran prematur. Sedangkan olahraga bantu cegah diabetes gestational dan preeklampsia.

7. Mencegah stres dan depresi
Perempuan hamil yang mengalami depresi atau cemas memiliki peningkatan 2 kali lipat terhadap kelahiran prematur. Untuk itu cegah stres dan depresi dengan melakukan hal-hal yang disukai serta berlatih yoga atau meditasi untuk membantu merilekskan tubuh. Sumber.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

1/18/2013

Depresi yang Berbahaya Bukan Saat Hamil Tapi Setelah Bersalin

0 komentar
Perubahan yang terjadi saat hamil kadang membuat wanita depresi. Tapi depresi saat hamil ternyata tidak berbahaya, yang berbahaya justru depresi setelah melahirkan karena efeknya bisa langsung ke perkembangan bayi.

Selama ini ada dugaan ibu hamil yang depresi akan mempengaruhi kondisi kandungannya. Tapi dari hasil penelitian, ibu hamil yang depresi sejak 4 bulan pertama kehamilan hingga melahirkan, ternyata memiliki bayi dengan perkembangan fisik dan mental yang sama dengan ibu hamil yang kondisi emosinya sehat.

Namun kondisinya akan berbeda jika depresi yang dialami terjadi setelah melahirkan. Keadaan emosional ibu yang berubah setelah melahirkan lebih berpengaruh ke perkembangan mental dan fisik anak. Penelitian ini dilakukan Curt Sandman dari University of California.

Penelitian terdahulu yang dilakukan Jay Belsky, psikolog University of California menemukan bahwa bayi dapat merespons perbedaan tingkat depresi ibu melalui penyusunan genetik.

Bayi membawa dua salinan varian gen pengangkut serotonin yang sering dihasilkan dari rasa ketakutan dan kegelisahan ibu karena kecemasan yang intens selama masa kehamilan.

Hasil penelitian sejauh ini menggarisbawahi perlunya untuk segera mengobati depresi ibu hamil sehingga anak-anaknya akan mendapat pengalaman positif atas kesehatan ibu sebelum dan sesudah kelahiran.

Sayangnya, obat antidepresan berisiko bagi kesehatan janin dan temuan baru ini menunjukkan bahwa ibu hamil yang mencapai kesehatan emosional tak lama setelah melahirkan justru menciptakan kondisi yang memperlambat perkembangan bayi.

"Apa yang terbaik bagi ibu mungkin tidak terbaik bagi janin atau bayi," kata Sandman seperti dilansir sciencenews.org.

Berikut beberapa tips mengatasi stres saat hamil:
  1. Cari penyebabnya. Renungkan dan diskusikan dengan suami dan keluarga apa saja hal-hal yang menjadi beban berat pikiran Anda.
  2. Jaga asupan nutrisi. Menjaga asupan makanan juga bisa membantu ibu hamil menekan risiko stres dan depresi.
  3. Rutin berolahraga. Tubuh yang sehat sangat membantu Anda dalam menjaga kesehatan jiwa dan pikiran.
  4. Hindari kebiasaan buruk, seperti rokok dan minuman alkohol. Alihkan perhatian Anda setiap kali keinginan untuk melakukan kebiasaan buruk tersebut datang dengan kegiatan yang bisa mendatangkan manfaat lebih bagi Anda. Kebiasaan buruk ini bisa memicu stres dan depresi.
  5. Jalin komunikasi. Tidak hanya dengan suami dan keluarga, komunikasi juga bisa dijalin antara sesama ibu hamil. Persamaan nasib dan pengalaman bisa membantu meringankan beban pikiran Anda.
  6. Rajin beraktivitas. Aktif melakukan aktivitas yang bermanfaat bagi ibu hamil, seperti beryoga, berkumpul bersama teman, dan rekreasi, akan membuat pikiran Anda tidak terfokus pada hal-hal berat yang biasanya Anda pikirkan dan juga menurunkan hormon stres.
  7. Istirahat nyaman dan cukup. Selain di rumah, istirahat juga bisa dilakukan saat bepergian ke luar kota. Pilih tempat berlibur yang nyaman dan tenang, sehingga Anda bisa istirahat dengan santai. Perhatikan pula posisi istirahat yang tepat bagi ibu hamil.
  8. Konsultasikan dengan dokter. Sebisa mungkin, semua keluhan dan perasaan tak nyaman Anda didiskusikan dengan dokter kepercayaan Anda. Dokter akan menilai apakah Anda membutuhkan pengobatan medis atau psikologis sehingga tindak pencegahan bisa segera dilakukan. Sumber.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

1/17/2013

Dokter Kandungan Banyak Berbeda Soal Awal Kehamilan

0 komentar
Hampir semua dokter bisa memberikan definisi kapan suatu kehamilan dimulai. Tapi survei terbaru menunjukkan bahwa kebanyakan dokter memiliki definisi yang tidak selalu sama mengenai awal kehamilan.

Sebagian besar dokter kandungan yang disurvei percaya bahwa kehamilan dimulai ketika sperma membuahi sel telur. Tapi sebagian kecil dokter mengatakan hal itu belum disebut kehamilan hingga seminggu kemudian ketika implan telur dibuahi dalam rahim.

"Orang mengatakan bahwa profesi medis telah menetap, dan data kami menunjukkan bahwa ada hal-hal yang tidak menetap di kalangan profesi medis," ujar Dr Farr Curlin, peneliti senior dan profesor di University of Chicago, seperti dikutip dari Reuters.

Untuk itu Curlin dan rekan melakukan survei dengan mengirim kuesioner kepada lebih dari 1.000 dokter obstetri dan ginekologi. Pertanyaan yang diajukan adalah apakah kehamilan dimulai pada saat pembuahan, implantasi atau dokter tidak yakin.

Hasil yang didapatkan adalah sebagian besar dokter atau sekitar 57 persen mengatakan kehamilan dimulai pada saat pembuahan, sementara 28 persen dokter mengatakan dimulai pada saat implantasi sedangkan sisanya merasa tidak yakin.

Implantasi diketahui terjadi sekitar 1 minggu setelah sperma membuahi sel telur. Saat itulah blastocyst (sekelompok kecil sel yang nantinya akan menjadi janin) akan menempel dengan sendirinya ke dinding rahim.

Sedangkan untuk panjang kehamilan para dokter sepakat dengan 40 minggu, terlepas dari bagaimana dokter menentukan awal kehamilan. Hal ini karena usia 40 minggu tidak dihitung dari saat pembuahan atau implantasi, tapi dari waktu menstruasi terakhir si ibu.

Hasil survei yang didapatkan ini telah dipublikasikan dalam American Journal of Obstetrics and Gynecology. Sumber.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

1/16/2013

Kapan Persalinan Normal Butuh Jahitan?

0 komentar
Ibu yang melahirkan secara normal kadang memerlukan jahitan antara vagina dan anus atau dikenal dengan episiotomy. Tapi pada kondisi apa ibu yang melahirkan perlu episiotomy?

Episiotomy adalah insisi atau sayatan yang dibuat dalam jaringan antara pembukaan vagina dan anus (perineum) selama persalinan. Selama bertahun-tahun episiotomy menjadi bagian rutin dari proses melahirkan, tapi kini tidak semua persalinan normal memerlukan episiotomy.

Hal ini karena para peneliti telah menemukan bahwa episiotomy tidak mengurangi risiko inkontinensia setelah melahirkan serta tidak membantu menjaga posisi kandung kemih dan rektum.

Para peneliti mengungkapkan prosedur ini bisa dilakukan dalam beberapa kasus tertentu, seperti dikutip dari MSN.Health biasanya dokter akan menyarankan episiotomy jika:
  • Adanya kemungkinan muncul robekan yang lebar pada vagina
  • Bayi berada dalam posisi yang abnormal
  • Bayi perlu dikeluarkan dengan cepat
Jika perlu dilakukan episiotomy maka ibu akan diberikan suntikan bius lokal untuk mematikan rasa dari jaringan yang akan diberi sayatan untuk membantu mengeluarkan bayi dan akan dijahit kembali setelah bayi berhasil dikeluarkan.

Umumnya setiap jahitan yang digunakan untuk episiotomy akan diserap sendiri. Jika sayatan atau robeknya luas maka rasa nyeri yang muncul akan lebih lama. Namun ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mempercepat penyembuhan yaitu:
  1. Gunakan kompres es atau membungkus es dalam kain lap untuk membantu menenangkan luka.
  2. Menjaga kebersihan luka, misalnya dengan menggunakan botol semprot air untuk membilas jaringan setelah menggunakan toilet.
  3. Duduklah dengan hati-hati seperti merapatkan bokong saat duduk untuk menjaga peregangan.
  4. Melakukan senam Kegel yang bisa dimulai sekitar 1 hari setelah melahirkan untuk membantu otot dasar panggul. Cobalah selama 5 detik, lalu semakin lama semakin meningkat intensitasnya.
  5. Mencegah nyeri dan peregangan selama pergerakan usus dengan menggunakan bantalan bersih seperti pembalut untuk membantu meringankan tekanan pada luka.
Untuk melunakkan jaringan vagina dalam proses persalinan sehingga bisa menghindari episiotomy, beberapa dokter menyarankan memijat area antara pembukaan vagina dan anus pada minggu-minggu terakhir kehamilan. Kondisi ini dikenal dengan pijat perineum. Sumber.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

1/15/2013

Ibu Hamil Perlu Waktu Tidur Lebih Banyak

0 komentar
Tidur merupakan salah satu hal yang dibutuhkan untuk mengisi energi di dalam tubuh. Untuk itu ibu hamil membutuhkan waktu tidur yang lebih banyak dibandingkan dengan perempuan yang tidak hamil.

Ibu hamil memiliki alasan tersendiri yang membuatnya butuh tidur lebih banyak yaitu sekitar 8-10 jam, hal ini karena ibu hamil butuh banyak energi untuk pertumbuhan janin serta untuk membawa bayi yang dikandungnya, seperti dikutip dari Babycenter.

Salah satu contohnya adalah jantung ibu hamil harus bekerja 4-5 kali lebih keras selama kehamilan untuk menjaga agar darah yang mengalir melalui tubuh ibu dan bayi tercukupi dengan baik.

Selain itu ginjal juga harus bekerja lebih keras untuk mengusir produk limbah atau sisa-sisa metabolisme dari dalam tubuh, serta lonjakan hormon progesteron membuat ibu hamil lebih cepat merasa lelah.

Ibu hamil akan disarankan untuk tidur dengan posisi miring ke kiri, karena membantu menjaga rahim dari organ besar yang ada di tubuh. Serta tidur dengan posisi ke kiri juga meningkatkan peredaran darah ke jantung dan aliran darah yang baik ke janin, rahim dan ginjal.

Namun terkadang kondisi kehamilan yang semakin membesar dan berat tubuh yang bertambah membuat ibu hamil sulit untuk tidur dengan nyenyak dan membuatnya mengantuk keesokan harinya.

Meski begitu beberapa hal bisa dilakukan oleh ibu hamil untuk membantunya tetap nyaman yaitu:
  1. Menempatkan bantal di bawah perut, diantara kaki atau dibelakang punggung untuk menjaga posisi dan meringankan tekanan pada perut.
  2. Menghindari konsumsi kafein.
  3. Melakukan relaksasi sebelum tidur.
  4. Membiasakan bangun dan tidur pada waktu yang sama setiap harinya. Sumber.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

1/13/2013

Mengatasi Sakit Kepala Saat Hamil

0 komentar
Perubahan dalam tubuh yang terjadi selama hamil bisa menimbulkan efek salah satunya adalah sakit kepala. Lalu apa yang harus dilakukan untuk mencegah dan mengatasi sakit kepala saat hamil?

Ibu yang sedang hamil diketahui tidak boleh mengonsumsi sembarangan obat karena dikhawatirkan mempengaruhi janin yang sedang dikandungnya. Sebagian besar obat sakit kepala mungkin memiliki efek yang berbahaya atau tidak diketahui dampaknya terhadap perkembangan bayi.

Untuk itu ketahui beberapa hal yang bisa mencegah terjadinya sakit kepala saat hamil, seperti dikutip dari Health.MSN yaitu:
  1. Menghindari pemicunya, berbagai hal diketahui bisa menjadi pemicunya seperti telat makan, bau tertentu atau makanan yang dikonsumsi.
  2. Melakukan aktivitas fisik dalam rutinitas sehari-hari, misalnya berjalan setiap hari atau melakukan latihan aerobik ringan.
  3. Melakukan latihan relaksasi, kegiatan yang menenangkan seperti yoga, bernapas dalam dan visualisasi bisa membantu menjauhkan sakit kepala.
  4. Makan dalam porsi kecil tapi lebih sering, sehingga bisa menjaga kadar gula darah tetap stabil dan mencegah sakit kepala.
  5. Mengonsumsi cairan yang cukup sehingga tubuh tetap terhidrasi dengan baik.
  6. Menjaga jadwal tidur yang teratur, karena kelelahan dan kurang tidur bisa berkontribusi terhadap sakit kepala selama kehamilan, serta pastikan pergi tidur dan bangun di waktu yang sama bahkan saat akhir pekan.
  7. Menjaga postur tubuh yang baik, karena postur yang buruk atau adanya ketegangan otot bisa mengakibatkan sakit kepala terutama adanya penambahan berat badan untuk mendukung kehamilan.
Namun jika sakit kepala tak bisa dihindari dan menyerang ibu hamil, maka lakukan beberapa langkah berikut yaitu:
  1. Melakukan istirahat dengan berbaring di ruangan yang gelap atau remang, suasana tenang dan mata tertutup.
  2. Menggunakan kompres hangat untuk mata, wajah dan pelipis atau kening, atau bisa juga mencoba kompres dingin di bagian belakang leher.
  3. Mintalah seseorang untuk melakukan pemijatan di bahu dan leher untuk meredakan ketegangan, atau memijat pelipis juga bisa membantu.
Jika langkah-langkah tersebut tidak juga membantu, sakit kepala yang memburuk atau disertai dengan adanya perubahan dalam penglihatan, maka konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan pilihan pengobatan lain. Sumber.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Ibu Hamil. Info Seputar Ibu Hamil, Anak, Bayi dan Balita...